Mon. Jan 12th, 2026

TBM Infinith Faith Berkarya Gelar Kegiatan Literasi

Kegiatan sharing tentang Menulis oleh Ketua TBM IFB Bitung

Bertempat di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Infinith Faith Berkarya, Manembo-nembo Atas, berlangsung kegiatan seminar dan sharing menulis yang diisi oleh narasumber ternama, Marselino Roy Raja, M.Si pada Selasa, 03 Juni 2025. Kegiatan ini diikuti oleh belasan anak mulai dari tingkat SD, SMK, hingga mahasiswa. Seminar ini bertujuan untuk membangkitkan minat dan kemampuan menulis di kalangan generasi muda serta memperkaya wawasan mereka tentang pentingnya menulis sebagai sarana ekspresi dan penyalur emosi.

Marselino menyampaikan bahwa menulis bukan sekadar aktivitas mencatat kata-kata, tetapi merupakan sarana penyembuhan batin, penataan pikiran, dan ekspresi terdalam dari jiwa manusia. Ia menekankan bahwa setiap orang memiliki kisah hidup yang unik dan menulis adalah bukti bahwa kita pernah hidup dan hadir di dunia ini. Menulis dapat membantu mengatasi kecanggungan, membangun kepercayaan diri, dan menjadi alat untuk menyampaikan perasaan yang sulit diungkapkan secara lisan. Dalam kehidupan modern yang serba cepat, menulis memberi ruang untuk merenung, memperkuat identitas diri, serta membangun empati terhadap sesama. Selain itu, kegiatan menulis juga mampu menjadi sarana refleksi diri yang membantu anak-anak dan generasi muda memahami emosinya dengan lebih baik, sekaligus mendorong kreativitas dalam menyalurkan ide dan gagasan.

Sementara itu, Pdt. Samuel H. Ladi, S.Pd.K, selaku ketua TBM Infinity Faith Berkarya, mengungkapkan rasa syukurnya karena kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi anak-anak. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan literasi bertema ‘Menulis, Sarana Bagi Jendela Jiwa,’ yang dibawakan dengan begitu menyentuh oleh Bapak Marselino Roy Raja, M.Si. Materi ini tidak hanya menggugah kesadaran anak-anak untuk mulai menulis, tetapi juga menyentuh aspek spiritual dan emosional mereka,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa banyak anak di TBM ini selama ini mengalami kesulitan dalam mengungkapkan isi hati mereka, dan kegiatan ini memberi harapan baru melalui kekuatan tulisan. Menulis terbukti sebagai bentuk terapi jiwa, yang tidak hanya membangun kemampuan berpikir kritis tetapi juga memperkuat karakter, identitas diri, serta rasa percaya diri mereka.

Selain itu, kegiatan ini dianggap sebagai langkah penting dalam pengembangan potensi anak-anak dan generasi muda di lingkungan tersebut. Ezra Garing, salah satu siswa SMK Pelayaran, mengungkapkan rasa terima kasih kepada bapak Raja atas materi yang telah diberikan. “Saya merasa sangat terbantu dan sudah mulai paham tentang cara merangkai kata dan manfaat dari menulis. Salah satu manfaatnya adalah sebagai tempat untuk meluapkan emosi dengan menulis, yang membantu saya merasa lebih tenang dan percaya diri,” katanya. Para peserta lainnya juga menyatakan bahwa kegiatan ini membuka wawasan baru mereka tentang pentingnya menulis sebagai media penyalur aspirasi dan pengalaman hidup.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa menulis bukan hanya sekadar kegiatan akademis, tetapi juga merupakan bagian dari proses penyembuhan, mengenal diri sendiri, dan membangun masyakarat yang lebih empati dan kreatif. Pihak penyelenggara berharap kegiatan serupa akan terus berlanjut, sehingga anak-anak dan generasi muda dapat terus menyalurkan potensi terbaiknya melalui kegiatan literasi ini. Dengan demikian, mereka dapat menjadi generasi yang tidak hanya pandai, tetapi juga bijak dan berkarakter.(Jufri)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *