Mon. Jan 12th, 2026

Karyawan PT. Kether Coco Bio Akamsi Tontalete Berikan Dukungan Kepada Manajemen, Tegaskan Tidak Terpengaruh Isu Negatif

Tontalete, Sabtu 9 Agustus 2025 – Menanggapi pemberitaan miring yang terus menyudutkan PT. Kether Coco Bio, sejumlah karyawan yang berasal dari Desa Tontalete mendatangi perusahaan untuk memberikan dukungan kepada manajemen. Mereka menegaskan tetap fokus bekerja dan tidak terpengaruh oleh ulah segelintir oknum yang memanfaatkan media untuk memutarbalikkan fakta.

Meutia, salah satu karyawan bagian produksi, mempertanyakan sikap media yang memberitakan hal negatif tanpa memberikan ruang keseimbangan informasi maupun konfirmasi kepada pihak perusahaan.

“Kami justru heran dengan pemberitaan yang tidak berimbang dan terkesan provokatif. Seharusnya media mengonfirmasi dulu sebelum menulis,” ujar Meutia.

Tya, sapaan akrab Mutia, hadir bersama rekan-rekan kerjanya di pabrik. Berdasarkan pantauan, mereka terlihat tetap beraktivitas meski mengaku sedikit terganggu oleh narasi provokatif yang beredar di media sosial. Isu yang mereka maksud antara lain tudingan terkait proporsi karyawan asal Tontalete dibandingkan karyawan dari daerah lain, serta dugaan pencemaran lingkungan.

Padahal, sehari sebelumnya telah terjadi pertemuan antara manajemen PT. Kether Coco Bio dan masyarakat Desa Tontalete yang difasilitasi oleh Camat Kema. Dalam forum tersebut, pihak manajemen telah menyatakan bahwa perusahaan memenuhi seluruh persyaratan perizinan dan tidak melanggar aturan yang berlaku.

Indah, karyawan asal Desa Tontalete lainnya, menyampaikan rasa terima kasih kepada perusahaan yang telah memberi kesempatan kerja bagi warga lokal.

“Sebagai warga Tontalete, saya bersyukur karena perusahaan ini peduli terhadap warga di desa kami. Memang saat ini pabrik belum beroperasi penuh, baru tahap commissioning atau uji coba mesin. Jadi, belum semua orang bisa langsung bekerja di sini,” jelasnya.

Dengan dukungan ini, para karyawan berharap pemberitaan di media dapat lebih proporsional dan mengedepankan fakta, bukan opini yang berpotensi memecah belah hubungan antara perusahaan dan masyarakat. (JP)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *