Mon. Jan 12th, 2026

Nyalakan Api Literasi dari Bitung: Perkumpulan Karya Penggerak Literasi Siap Guncang Sulawesi Utara!

BITUNG – Semangat baru dunia literasi Sulawesi Utara resmi berkobar di awal tahun 2026. Bertempat di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Wale Sarimbata Danowudu, Sabtu (10/1/2026), Perkumpulan Karya Penggerak Literasi menggelar pertemuan perdana yang menjadi tonggak sejarah kolaborasi strategis antara penggiat literasi dan pemerintah.

Bukan sekadar kumpul biasa, pertemuan ini dihadiri langsung oleh jajaran ketua TBM se-Sulawesi Utara serta Kepala Dinas Perpustakaan Kota Bitung, Merlin Wulur, S.Pd., M.Pd. Kehadiran para tokoh ini menandakan keseriusan dalam membangun fondasi intelektual masyarakat melalui gerakan membaca dan menulis yang lebih terorganisir.

“Visi kami jelas: menjadi motor penggerak budaya baca, tulis, dan berpikir kritis melalui karya nyata dan kolaborasi berkelanjutan. Kami tidak hanya ingin berhenti di Bitung, tapi mengembangkan rintisan ini ke seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Utara,” tegas Reymond Katuuk, M.Pd., Ketua Perkumpulan Karya Penggerak Literasi dengan penuh optimisme.

Salah satu terobosan menarik yang lahir dalam pertemuan ini adalah rencana pemberdayaan pegiat literasi untuk terjun langsung mempromosikan kearifan lokal. Jelly Walansendow, SE., S.ST.Par., M.Si., Dipl. Cidesco, mengungkapkan bahwa para anggota akan diajak berkarya melalui penulisan artikel mendalam seputar budaya dan pariwisata Sulawesi Utara. Langkah ini diharapkan mampu mengangkat pesona “Bumi Nyiur Melambai” ke kancah nasional melalui tulisan yang berkualitas.

Kepala Dinas Perpustakaan Kota Bitung, Merlin Wulur, menyambut hangat inisiatif ini. Beliau menekankan bahwa sinergi antara komunitas dan pemerintah adalah kunci utama. “Pemerintah siap mendukung dan berkolaborasi. Kehadiran perkumpulan ini adalah energi baru untuk memajukan literasi, khususnya di Kota Bitung dan Sulawesi Utara secara umum,” ujarnya.

Suasana di TBM Wale Sarimbata yang asri menambah kehangatan diskusi yang mengalir akrab. Pertemuan rutin pun telah dijadwalkan minimal sebulan sekali, baik secara tatap muka maupun daring, guna memastikan setiap program kerja tidak hanya menjadi wacana, melainkan aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat luas.

Dengan semangat kebersamaan ini, Sulawesi Utara bersiap menyongsong era baru di mana setiap sudut desa dan kota akan memiliki agen-agen perubahan yang siap mencerdaskan bangsa melalui kekuatan literasi (Reymond)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *